PENGELOLAAN ARSIP SOUND RECORDINGS DENGAN SOFTWARE MDK DRS VERSI 2.5 DI DINAS TEKNIK ELEKTRONIKA DAN LISTRIK BANDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA
Cici Widya Puspita Putri, Veni Dwi Darwati, Kiki
Riana Juliantri, dan Triatmojo
A. Pengantar
Arsip
tercipta seiring dengan berkembangnya organisasi. Oleh karena itu, arsip merupakan
sumber primer, yaitu berupa informasi yang diperoleh langsung pada sumbernya
dan tercipta hanya sekali sebagai hasil aktifitas fungsional organisasi.
Informasi yang terkandung dalam arsip sering memperlihatkan adanya keterkaitan
dengan arsip lainnya. Arsip mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan
organisasi yaitu sebagai bahan pengambilan keputusan pimpinan, sebagai sumber
ingatan, sebagai sumber penelitian, dan sejarah.
Mengingat
begitu pentingnya arsip maka arsip perlu dikelola dengan baik, sehingga dapat
lebih berdayaguna dan berhasilguna. Pengelolaan arsip ini dapat tercapai sesuai
dengan tujuan yang dikehendaki apabila tersedia sumber daya yaitu man,
money, method, dan material. Hal ini dimaksudkan bahwa tujuan pengelolaan
arsip yang baik tidak akan tercapai apabila tidak didukung oleh dana atau
sistem dalam pengelolaan serta sarana penyimpanan arsip yang memenuhi persyaratan.
Dalam
pelaksanaan kegiatan suatu organisasi akan menghasilkan catatan terekam tidak
hanya dalam bentuk tekstual namun juga berbagai media. Adapun bentuk atau
format arsip, dibedakan menjadi dua yaitu media konvensional dan media baru.
Arsip konvensional atau arsip tekstual merupakan arsip yang diciptakan dengan
menggunakan media kertas. Arsip tekstual ini sering disebut dengan arsip baca
manusia (human readable record), paper based record. Adapun arsip media
baru (arsip teknologi maju/machine readable) juga dikenal sebagai arsip
non kertas. Menurut David Robert dalam buku Keeping Archives yang diedit
oleh Judith Ellis, menyebutkan Special Format Record (arsip bentuk khusus)
yaitu arsip yang bentuk media dan ciri catatan informasinya memiliki karakteristik
yang bersifat khusus. Adapun macam arsip bentuk khusus, salah satunya adalah
arsip audio visual yang terdiri dari 3 macam seperti gambar bergerak (moving
image), gambar diam (still image), dan rekaman suara (sound recordings) (David Roberd, 1993: 387-401).
Selain
arsip audio visual, yang termasuk ke dalam arsip bentuk khusus adalah arsip
kartografi dan kearsitekturan yang informasinya dituangkan dengan menggunakan
simbol-simbol gambar yang terekam dalam bentuk peta maupun gambar
kearsitekturan, arsip publikasi yang berupa master hasil dari publikasi, arsip
ephemera yang mempunyai nilai sesaat atau berupa dokumen-dokumen informal yang
kadang dianggap sebagai barang rongsokan bahkan ada pula yang perlu
dilestarikan, dan lain- lain.
Arsip
rekaman suara (sound
recordings) merupakan
salah satu jenis dari arsip audiovisual.
Arsip rekaman suara (sound recordings) adalah arsip yang
informasinya terekam dalam sinyal suara dengan menggunakan alat perekam
tertentu, sehingga hasil dari rekaman suara tersebut akan terekam dalam media
yang berbeda-beda tergantung dari jenis kategori rekaman suara itu. Rekaman
suara digolongkan menjadi tiga kategori yaitu rekaman ponograf, rekaman tape
magnetik, dan rekaman digital optik.
Arsip yang dikelola Dinas Teknik Elektronika dan Listrik adalah arsip
rekaman suara (sound recordings).
Arsip tersebut berisi tentang percakapan antara pilot pesawat dengan petugas
ATC (Air Traffic Control) di Radar.
Dari hasil percakapan tersebut akan menghasilkan suara atau voice. Kemudian voice tersebut akan direkam oleh Dinas Teknik Elektronika dan
Listrik. Dalam proses perekaman suara antara pilot pesawat dengan petugas ATC,
Dinas Teknik Elektronika dan Listrik menggunakan software MDK (Multi Data
Komunikasi) DRS (Digital Recording System)
versi 2.5 serta melakukan pembackupan dalam bentuk media kaset. Kaset tersebut
akan memback up secara otomatis dengan suatu alat yang dinamakan TAPE DAT (Digital Audio Tapes).
Dalam
artikel ini akan diuraikan jawaban ataspertanyaan ini: 1. Bagaimana kedudukan dan arti penting arsip rekaman
suara (sound recordings) pada Dinas Teknik Elektronika dan Listrik dalam
menjalankan tujuan, pokok, dan fungsinya. 2. Bagaimana pengelolaan arsip
rekaman suara (sound recordings) mulai dari penciptaan, penataan dan
penyimpanan, penggunaan dan pemeliharaan, serta
penyusutan.
B.
Penciptaan
Proses penciptaan arsip sound recordings di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik dimulai
dari percakapan antara petugas ATC di Radar dengan pilot pesawat. Petugas ATC
di Radar akan melihat posisi pesawat yang mendarat di landasan pacu ataupun take
off meninggalkan bandara. Petugas ATC akan memberi informasi dan
mengarahkan pilot mengenai kecepatan yang harus ditempuh serta ketinggian
pesawat untuk mendaratkan pesawat. Petugas ATC menggunakan mic untuk melakukan kontak percakapan dengan pilot pesawat selama
proses penerbangan berlangsung. Selama percakapan berlangsung antara pilot pesawat
dengan petugas ATC, akan menghasilkan suatu voice.
Sebelum voice masuk ke komputer untuk
direkam oleh Dinas Teknik Elektronika dan Listrik, terlebih dahulu melalui
terminal kabel. Terminal kabel ini sebagai input
voice yang menghubungkanchannel-channel seperti ADC, APP VHF, TOWER, dan lain-lain.
Setelah input
voice,voice akanmasuk ke dalam program komputer untuk direkam
menggunakan suatu software, yaitu MDK DRS versi 2.5. MDK DRS versi 2.5yang merupakan perangkat multi purpose
yang digunakan untuk mencatat sinyal suara/audio (voice logging). MDK DRS 2.5 dapat merekam suara dari berbagai
sumber seperti ADC (Aedrome Control),
APP (Approach Control) VHF, TOWER,
dan lain-lain. Voice yang masuk ke software
akan direkam di dalam CPU (Central
Processing Unit) 1 dan CPU 2 PC (Personal
Computer) yang difungsikan sebagai main
PC dan akan melakukan back up
secara reguler dan otomatis. Voice
yang direkam setiap hari akan disimpan dalam hardisk dengan jangka waktu
penyimpanan dua bulan atau sekitar 60 hari melalui penyettingan terlebih dahulu.
Setelah dua bulan, voice tersebut
akan terhapus secara otomatis di hardisk.
Untuk mengetahui apakah ada voice yang masuk ke dalam software MDK DRS versi 2.5, dapat dilihat
pada channel aktif kondisi sedang merekam dengan tanda text di button (Chn xx
ON) berwarna merah. Setelah perekaman sound
recordings pada hardisk selesai, maka akan dilakukan pembackupan data pada
kaset. Misalkan, perekaman voice
dilakukan tanggal 13 Maret 2009, maka proses pembackupan data kaset akan
dilakukan pada tanggal 14 Maret 2009 pukul 07.05 WIB. Setelah selesai
pembackupan kaset, punggung kaset diberi keterangan ″Tanggal″ 13.
Proses pembackupan kaset dimulai dengan tanda “Please Wait Back up Processing”.
Tanda tersebut akan muncul pada pukul 07.05 WIB dan diikuti proses “Back up status”. Back up status akan
memindahkan data dari hardisk ke kaset dengan merewinding kaset pada TAPE DAT kurang lebih 10 menit. Hal ini tergantung
banyaknya data voice pada perekaman
selama 1 hari (selama jam penerbangan pesawat berlangsung hingga selesai). Setelah
proses merewinding selesai, akan
mucul “back up complete, please
wait, while processing the tape, and please change your tape”. Tanda back up complete disertai dengan bunyi
petau, petau, petau, petau, petau, petau,... Bunyi tersebut akan berhenti jika
menekan tombol OK.Setelah OK
ditekan, tunggu beberapa menit. Kemudian kaset pada tape akan keluar atau eject dari TAPE DAT secara otomatis. Setelah
itu, kaset diganti dengan kaset tanggal selanjutnya dan dimasukkan ke dalam
TAPE DAT. Untuk mensetting kaset yang baru atau tanggal 14 tersebut, harus
mengubah start date and time (tampilan
start date and time ada pada menu searching and filtering).
C.Penataan dan Penyimpanan
Penataan arsip sound
recordings di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik berdasarkan sistem
kronologis, baik penyimpanan di hardisk maupun kaset. Penataaan arsip sound recordings pada hardisk
menggunakan sistem kronologis yaitu dengan sistem tanggal, dimana setiap proses
perekaman yang terjadi selama proses penerbangan dari mulai pukul 05.00 WIB
sampai selesai. Arsip sound recordings akan
tersimpan dalam 1 file secara otomatis berdasarkan tanggal.
Dengan MDK DRS versi 2.5, data-data hasil rekaman dari masing-masing recordings akan tersimpan ke dalam
format tertentu seperti file wav. File diatur dengan sistem back up dan pencarian yang baik sehingga
mempermudah penggunaan. Hasil perekaman pertama disimpan ke dalam hardisk. File
tersimpan dalam hardisk selama kurang lebih dua bulan. Setelah dua bulan (60
hari), file akan terhapus secara
otomatis dengan penyettingan terlebih dahulu.
Untuk penyimpanan sound recordings
pada hardisk, perlu penyettingan pada Auto back up. Sound recordings dapat terekam secara otomatis tanpa menyetting dan
merubah settingan. Namun auto back up
akan bekerja dan terekam secara otomatis bila pada Option Activate auto back up diberi tanda contreng. Selain itu,
bila activate auto back up
diaktifkan, manual back up tidak
bekerja karena pembackupan dilakukan secara otomatis. Misalnya pembackupan
disetting dua bulan, maka secara otomatis pembackupan data dua bulan tersebut
akan terekamdan tersimpan secara
otomatis selama 60 hari (2 bulan).
Dalam pembackupan dengan media kaset, jenis kaset yang digunakan adalah
kaset bermerk hp dengan kapasitas 8 GB.
Penyimpanan arsip kaset di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik menggunakan
sistem kronologis dengan jumlah 31 kaset. Hal ini dikarenakan, sesuai dengan banyaknya
hari dalam satu bulan. Penataan kaset sound
recordings di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik tidak menggunakan almari
atau ruangan khusus, tetapi kaset tersebut disimpan dan diletakkan di bagian
bawah MDK DRS versi 2.5. Adapun penataan arsip kaset diletakkan secara vertikal.
Hal ini ditujukan untuk memudahkan pencarian arsip kaset. Selain itu untuk
memudahkan temu kembali, cover pada
punggung kaset diberi angka (tanggal) dengan posisi punggung kaset di bagian
terluar.
Peralatan yang digunakan untuk menyimpan arsip kaset masih sangat
sederhana yaitu menggunakan kotak persegi panjang yang terbuat dari kayu,
itupun hanya satu trap atau shelf. Peralatan tersebut diletakkan di bawah MDK
DRS 2.5. Meskipun penyimpanan arsip kaset dekat dengan lantai, tetapi aman dari
debu karena penyimpanan kasetnya tertutup rapat dengan cover sehingga bebas dari debu. Selain itu, peralatan MDK DRS ditutupi oleh pintu yang
terbuat dari kaca.
Penemuan kembali arsip sound
recordings dapat diartikan sebagai pengambilan arsip secara fisik atau
pencarian informasi. Penemuan kembali sound
recordings program MDK DRS versi 2.5 lebih mudah karena dilengkapi dengan
fasilitas Searching and Filtering. Menu
searching and filtering memiliki
kemudahan dan kemampuan untuk pencarian sound
recordings dengan cepat dan sangat akurat sampai dalam satuan detik. Untuk
melakukan pencarian terhadap hasil sound
recordings tersebut, yang pertama kali dilakukan yaitu dengan mengklik data
dan waktu (start date and time) yang
ingin dicari.
Setelah diatur hari dan waktu serta channelnya,
maka akan tampak menu search result
hasil pencarian data. Search result
merupakan data-data yang ditampilkan dari hasil pencarian berdasarkan kriteria
waktu dan channel. Data-data ini
kemudian di replay untuk didengarkan
kembali melalui menu playback. Di
sebelah kiri adalah informasi tentang waktu dan kapan suatu rekaman dan terjadi
di channel berapa. Sedangkan tampilan
di sebelah kanan merupakan data rekaman yang siap untuk di replay.
Playback (pemutaran voice) digunakan untuk mendengarkan ulang data-data hasil rekaman sesuai
dengan search criteria. Untuk
mendengarkan kembali hasil rekaman terdapat dua mode, yaitu mode play per file dan mode continuous play. Pada mode
play per file, play back akan berhenti setiap akhir file rekaman, sedangkan pada mode
continuous play,playback akan
meneruskan pada file berikutnya
sampai file terakhir. Untuk pencarian
kaset, tinggal melihat tanggal kaset yang tertera pada punggung cover kaset di bagian terluar.
Retensi penyimpanan arsip sound recordings yang di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik hanya
disimpan kurang lebih tiga puluh hari. Apabila ada proses investigasi atau
kecelakaan pesawat seperti kasus pesawat Garuda yang melibatkan pilot Marwoto,
maka penyimpanan arsip tersebut akan mempunyai jangka waktu penyimpanan yang
lama sampai proses investigasi selesai, karena dalam kasus seperti itu masa
retensi harus mengikuti dan berdasarkan prosedur dari ICAO (International Civil Aviation Organisation) dalam ANNEX10 volume 2.
D.Penggunaan dan Pemeliharaan
Prosedur untuk merekam percakapan antara pilot dan
petugas ATC merupakan ketentuan yang harus dilaksanakan. Hal ini dikarenakan sesuai
standar dan rekomendasi dariICAO.
Setelah proses perekaman oleh Dinas Teknik Elektronika dan Listrik selesai, maka
petugas elektro akan menyimpan hasil rekaman di hardisk dan back up fisik dalam bentuk kaset.
Penggunaan voice diperlukan apabila ada
kasus atau klaim dari pihak maskapai penerbangan ataupun jika ada kejadian
kasus kecelakaan pesawat. Sehingga rekaman sound
recordings tersebut akan digunakan sebagai alatbukti investigasi untuk keperluan penyelidikan
kasus kecelakaan. Sebagai contoh ketika kasus kecelakaan Maskapai Penerbangan
Garuda tanggal 7 Maret 2007yang
melibatkan pilot pesawat Marwoto.
Pemeliharaan arsip merupakan suatu kegiatan dalam rangka menyelamatkan dan
mengamankan arsip baik dari segi fisik maupun informasinya. Pemeliharaan arsip
berkaitan juga dengan pemeliharaan peralatan dan perawatan terhadap fisik
arsip. Pemeliharaan dalam hal ini, dilakukan dengan menggunakan program yang up to date dalam pengelolaan sound
recordings. Hal ini terlihat bahwa kini Dinas Teknik Elektronika telah
menggunakan software MDK DRS versi 2.5 yang awalnya menggunakan MDK DRS versi 1.0.
Cara kedua, untuk mencegahsoftware MDK DRS
versi 2.5 terkena virus, diupayakan tidak ada satu media apapun yang masuk ke
dalam komputer, baik itu flasdisk maupun sambungan internet.
Cara ketiga, untuk menghilangkan debu dibagian dalam peralatan MDK DRS, dilakukan
pembersihan debu dengan cara mengelap dengan kain lap yang telah dibasahi dan
dilakukan pembersihan dengan cairan kimia electrical
contact cleaner, serta penggunaan vacum
cleaner untuk membersihkan debu di sela-sela perlalatan yang sempit. Cara
keempat, menjaga suhu di dalam ruangan tempat penyimpanan arsip dengan pemasangan
AC (Air Conditioner) dan dinyalakan selama
24 jam. Cara kelima, menghindarkan arsip dari sinar matahari secara langsung
yaitu dengan memasang tirai pada jendela. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan
arsip dari bahaya sinar matahari yang mengandung radiasi ultraviolet yang dapat
merusak arsip. Cara keenam, melakukan
perawatan pita rekaman yaitu dengan metode perawatan pita: 1). Rekaman perlu
dipindahkan ke medium yang sesuai. Standard kini telah menggunakan pita reel seperempat inci dengan ketebalan
0,0015 inci. Ketebalannya cukup kuat untuk mencegah kerusakan fisik. 2). Pita
hanya diputar pada kecepatan play,
bukan pada rewind. 3). Jika perlu
periksa secara teratur dan disalin kembali jika perlu. Setiap 12 bulan sekali,
diputar kembali untuk membalikkan lengkungannya. 4). Pita disimpan pada amplop polyethylene atau polyester yang selanjutnya ditempatkan pada kotak-kotak. Diatur
secara vertikal pada laci-laci metal. 5). Kondisi
lingkungan perlu stabil dengan temperatur sekitar 40-160C
dan kelembaban relatif 40-60%.
E.Penyusutan.
Arsip
sound recordings di Dinas Teknik
Elektronika dan listik disusutkan dengan dua cara yaitu pertama penyusutan untuk
penyimpanan pada hardisk dilakukan setelah 60 hari (2 bulan). Arsip sound recordings pada hardisk akan
terhapus secara otomatis, sebagai contoh file bulan Januari dan Februari,
ketika memasuki akhir bulan Maret, maka file bulan Januari akan terhapus secara
otomatis. Adapun untuk penyusutan secara fisik atau media kaset dilakukan
dengan cara ditindas atau ditimpa.
Cara
ditimpa yaitu kaset yang sudah melewati jangka waktu penyimpanan sebulan, akan
ditimpa dengan rekaman baru sesuai dengan tanggal yang tertera di punggung
kaset. Sebagai contoh kaset bulan Februari tertulis tanggal 21 pada punggung
kaset, maka isi informasi pada kaset tersebut akan ditimpa atau digunakan
kembali pada tanggal 21 Maret, begitu juga tanggal selanjutnya akan mengalami
proses yang sama. Untuk penyusutan kaset dengan cara dibuang, belum pernah
dilakukan oleh petugas elektro. Hal ini dikarenakan, sejak awal digunakannya
program MDK DRS, kaset tidak pernah diganti dengan kaset yang baru.
F. Kesimpulan
Pengelolaan
arsip sound recordings di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik telah
menggunakan komputerisasi yaitu dengan software MDK DRS versi 2.5. Dalam
melakukan pembackupan voice, secara fisik menggunakan media kaset. Media
kaset tersebut biasa digunakan sebagai alat bukti investigasi apabila terjadi kecelakaan
pesawat.
Proses
pengelolaan arsip sound recordings dimulai dari percakapan antara petugas
ATC di Radar dengan pilot pesawat, dan dari hasil percapakan tersebut akan
menghasilkan voice. Voice tersebut akan masuk melalui terminal
kabel, kemudian masuk ke dalam komputer. Komputer dilengkapi dengan software khusus
untuk melakukan proses perekaman yaitu MDK DRS versi 2.5. Sistem kerja MDK DRS
dimulai dengan data analog yang diterima oleh voice card atau sound
card. Kemudian dikonversikan menjadi data digital di MDK DRS versi 2.5. Voice
yang masuk dapat dilihat pada channel status. Setelah perekaman sound recordings
pada hardisk selesai, maka akan dilakukan pembackupan data pada kaset. Penyimpanan arsip sound
recordings baik di hardisk maupun di kaset menggunakan sistem kronologis. Pada hardisk, arsip
rekaman suara disimpan selama 60 hari (2 bulan), sedangkan rekaman suara pada
kaset disimpan selama 1 bulan.
Pemeliharaan arsip sound recordings, tidak hanya difokuskan pada
arsip saja, tetapi juga peralatan. Hal ini dikarenakan bila peralatan terjaga
dengan baik, maka kaset yang dihasilkan untuk membackup data akan menghasilkan
kualitas suara yang baik pula. Penyusutan arsip sound recordings di
Dinas Teknik Elektronika dan Listrik dibagi menjadi 2, yaitu penyusutan pada
hardisk dan penyusutan kaset sound recordings. Penyusutan pada hardisk
terjadi setelah 60 hari atau 2 bulan secara otomatis, sedangkan penyusutan pada
kaset sound recordings dilakukan dengan ditimpa atau ditindas dengan
rekaman yang baru setelah 1 bulan. Secara umum, pengelolaan arsip sound
recordings di Dinas Teknik Elektronika dan Listrik sudah baik, tetapi
secara sistematis belum dilaksanakan secara total karena beberapa hambatan.
Hambatan tersebut antara lain sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta
dana. Sumber daya manusia yang melakukan pengelolaan arsip sound recordings di
Dinas Teknik Elekronika dan Listrik belum memiliki latar belakang pengetahuan
kearsipan. Hal ini dilihat pada proses pemeliharaan arsip kaset, seperti tidak
adanya pemutaran secara periodik pada kaset.
DAFTAR PUSTAKA
Boedi Martono, Sistem Kearsipan Praktis Penyusutan dan Pemeliharaan
Arsip.
Jakarta: Pusataka Sinar Harapan,
2001.
Edy
Noviyanto,”X-Ray Generating System pada Pesawat Fiscan CMEX
T100100”, di PT.(PERSERO) Angkasa Pura I
Bandara Adisutjipto
Yogyakarta , Laporan Praktik
Industri Fakultas Teknik, UNY.
Hardi Suhardi, Teminologi Kearsipan Indonesia. Jakarta:PT Sigma
Cipta Utama, 1998.
“How do I protect and handle
magnetic media”, http//www.slac.stanford.edu/history/pubs/npscog.
1993.19-08.pdf (dl: 27 Januari 2009), 5 halaman.
ICAO, Aeronautical
Telecomunication: Annex 10 Volume II Communcation Procedures including those
with PANS status. 2001.
Imam
Gunarto, Sistem Filing Suatu Pendekatan Aplikatif . Jakarta: Chandra Pratama, 1997.
---,Pengantar Fasilitas
Elektronika dan Listrik Penerbangan. Jakarta:Departemen Perhubungan
Udara, Direktorat Fasilitas Elekttronika dan Listrik. 1999.
“Preservation
of Magnetic Media”,
http://www.naa.gov.au/images/magneti_media_tcm2-5469.pdf.(dl:
5 Februari
2009), 4 halaman.
Robert,
David, “Managing Records in Special Formats”. Dalam Judith Ellis (ed.),
“Sejarah Bandara Adisutjipto
Yogyakarta”,http://adisutjiptoairport.com/sejarah.html, (dl: 7 April 2009), 2
halaman.
Tri Puji dkk, “Pengelolaan
Arsip Sound Recordings di Divisi Siaran: Study Banding antara Perjan RRI dengan
PT.Redjo Buntung”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2003.
Undang-undang
Nomor 7 tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan.
Undang-undang
Nomor 8 tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan.
Wisnu Nurcahyo: Saya mencari foto-foto terkait Fakultas Kedokteran Hewan UGM sejak awal berdiri hingga periode tahun 1980. Terima kasih
25-04-2013 08:55
halidin noor.S.Sos: saya sangat setuju adanya info dan news dr ugm inpo arsipnya
28-03-2013 18:21
iwan: Bagaimana cara untuk mendapatkan buletin Khazanah Arsip untuk kantor Saya, Komnas HAM
28-03-2013 07:48
sarbani: Nah pemuatan Buletin Khasanah seperti ini sudah selangkah lebih maju lanjut terus banyak sekali manfaatnya langsung dapat dimasukkan Database Arsip Biologi Instansiku dan masih banyal lagi manfaatyang kami dapat. Matur nuwun
26-03-2013 10:16
esih: Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru jurusan Kearsipan UGM Yogyakarta