Sejarah Singkat  Visi & Misi  Struktur Organisasi  Layanan Ruang Baca  Koleksi 
 Menu Utama
Depan
Buletin Khazanah
Buku Tamu
Materi Unduhan
MUSEUM & PAMERAN VIRTUAL
Galeri Foto
Galeri Film
 Aspirasi UGM
aspirasi ugm
 Link Terkait
UGM
Unesco Archives Portal
ANRI
ICA
ARMA
 File Unduhan
  Khazanah Maret 2014
  Khazanah November 2013
  Khazanah Juli 2013
  Khazanah Maret 2013
  Buletin Khazanah November 2012
  Buletin Khazanah Juli 2012
  Buletin Khazanah Maret 2012
  Materi Seminar Nasional Kearsipan 2011
  Arsip Audio Visual
  Buletin Khazanah November 2011
more...
  Kamis, 06/08/2009 - 08:02 WIB
PENGELOLAAN ARSIP VITAL DOSIR PENSIUN AKTIF DI PT TASPEN (PERSERO) YOGYAKARTA

 

Chatarina Tri Widyastuti, Furi Ardiawati, dan Meilia Dwi Astuti

 

 

A.        Pengantar

Penyediaan informasi yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan demi mendukung kemajuan usaha bagi setiap organisasi. Salah satu informasi yang penting adalah rekaman kegiatan organisasi itu sendiri, yaitu arsip. Dalam konteks perusahaan, arsip dikenal dengan istilah dokumen. Menurut Undang-Undang nomor 8 tahun 1997 yang disebut dengan Dokumen Perusahaan adalah

 

“Data, catatan, dan atau keterangan yang dibuat dan atau diterima oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan kegiatannya, baik tertulis di atas kertas atau sarana lain maupun terekam dalam bentuk corak apapun  yang dapat dilihat, dan dibaca, atau didengar.”

 

Menurut Betty R. Ricks, arsip merupakan salah satu sumber informasi yang didefinisikan sebagai berikut, “A Record is recorded information, regardless of medium or characteristic, made or  received by an organization that is useful in the operation of the organization” (arsip adalah informasi yang terekam, tanpa menghiraukan apapun media ataupun karakteristiknya, yang dibuat dan diterima oleh suatu organisasi yang berguna dalam operasional organisasi) (Ricks at al., 1002: 2)

 

 Arsip memiliki arti penting sebagai sumber informasi maupun pusat ingatan bagi setiap organisasi. Arsip dibedakan menurut fungsinya menjadi dua yaitu arsip dinamis dan arsip statis. Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan organisasi. Arsip statis adalah arsip yang tidak secara langsung digunakan dalam penyelenggaraan organisasi.

Arsip pada manajemen arsip  dinamis diklasifikasikan menjadi empat kelas yaitu:

1.       Arsip Kelas I (Arsip Vital) adalah arsip dinamis yang essential atau sangat penting untuk kelangsungan hidup organisasi. Arsip dinamis ini tidak dapat digantikan karena memberikan status legal, keuangan dan kepemilikan. Biasanya arsip vital ini disimpan di tempat penyimpanan arsip dinamis aktif.

2.       Arsip Kelas II (Arsip Penting) adalah arsip dinamis yang perlu untuk kelangsungan hidup organisasi. Arsip dinamis ini dapat digantikan atau diproduksi kembali. Arsip penting ini disimpan baik di tempat penyimpanan aktif atau inaktif.

3.       Arsip Kelas III (Arsip Berguna) adalah arsip dinamis yang perlu untuk kelangsungan hidup organisasi. Arsip dinamis ini dapat digantikan, meskipun  hilang hanya menyebabkan kekacauan yang bersifat sementara.

4.       Arsip Kelas IV (Arsip Tidak Berguna) adalah arsip dinamis yang tidak mempunyai nilai kekinian yang seharusnya dimusnahkan. (Zulkifli Amsyah, 1988: 212-213)

 

Arsip vital adalah arsip yang isi keterangannya sangat penting dan tidak bisa digantikan. Menurut Sulistyo-Basuki arsip vital adalah arsip dinamis yang penting bagi kegiatan korporasi. Pengelolaan arsip vital merupakan penerapan prinsip dan teknik manajemen arsip dinamis. Pengelolaan berfungsi untuk menjamin keberadaan arsip vital. Arsip kelas I  sangat penting untuk kelangsungan hidup organisasi dalam keadaan darurat. Arsip vital perlu diperlakukan secara khusus walaupun berkisar hanya 2 persen dari seluruh arsip yang tercipta. (Sulistyo Basuki, 2003: 229). Setiap organisasi yang bergerak dalam bidang produksi maupun jasa memiliki arsip vital.

PT TASPEN (Persero) di Yogyakarta  mengurusi Asuransi Sosial PNS yang terdiri dari Program Tabungan Hari Tua dan Pensiun. Program Tabungan Hari Tua (THT) merupakan program asuransi terdiri dari Asuransi Dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan Asuransi Kematian (ASKEM). Program Pensiun merupakan jaminan hari tua berupa pemberian uang setiap bulan kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi kriteria sebagai berikut:

a.       Mencapai usia pensiun

b.       Meninggal pada masa aktif, yang akan diberikan kepada janda/duda atau anaknya sebelum berumur 25 tahun.

Produk-produk dari PT TASPEN (Persero) menghasilkan data yang berperan bagi kelangsungan hidup. Data yang dihasilkan diantaranya dosir pensiun aktif. Dosir pensiun aktif harus ada dalam kegiatan pelayanan. Hal tersebut yang mendorong penulis untuk mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan dosir pensiun aktif sebagai arsip vital di PT TASPEN (Persero).

Berdasarkan uraian di atas, artikel ini berupaya menjelaskan bagaimana proses dan prosedur pelaksanaan pengelolaan arsip vital di PT TASPEN (Persero) Yogyakarta serta kendala-kendala yang dihadapai.

 

B.    PT TASPEN (Persero) Yogyakarta

            Penugasan dari pemerintah kepada PT TASPEN (Persero) untuk menyelenggarakan pembayaran pensiun di Wilayah Jawa dan Madura berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor: 812/KMK.03/1988 tanggal 23 Agustus 1988 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 842-1-755 tanggal 27 September 1988, maka dibukalah Kantor Cabang PT TASPEN (Persero) Yogyakarta, dengan menyewa sebuah gedung yang teretak di Jalan Atmosukarto-Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul.

            Sejak bulan Juni 1988 secara resmi PT TASPEN (Persero) Cabang Yogyakarta dioperasikan, dan kewenangan yang diberikan oleh Kantor  Pusat pada saat itu hanya terbatas pada penerimaan, penelitian, menghitung dan pembayaran Klim THT. Mulai tanggal 1 April 1989 PT TASPEN (Persero) Cabang Yogyakarta diberi wewenang untuk menerima, meneliti, menghitung, dan membayar pensiun untuk wilayah pembayaran Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

            Keberhasilan pelayanan akan dapat dicapai bila ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai, antara lain adanya gedung kantor PT TASPEN (Persero) Cabang Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan Ipda Tut Harsono-Timoho 55 Yogyakarta. Gedung kantor PT TASPEN (Persero) Cabang Yogyakarta diresmikan pada tanggal 12 Oktober 1991 oleh Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam VIII.

Tujuan utama memberikan pelayanan, jaminan kesejahteraan hari tua bagi peserta TASPEN, serta perwujudan dari logo PT TASPEN (Persero). Tujuan utama bertitik tolak pada visi misi dan nilai-nilai perusahaan.

            Pengorganisasian arsip yang digunakan PT TASPEN (Persero) Yogyakarta menerapkan  asas gabungan. PT TASPEN (Persero) Yogyakarta memiliki 4 bidang kerja yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda. Empat bidang kerja tersebut adalah Bidang Layanan, Bidang Personalia dan Umum, Bidang Keuangan dan Fungsional pengendali. Tugas pokok dan fungsi yang berbeda menyebabkan arsip yang tercipta di PT TASPEN (Persero) Yogyakarta beragam terutama jenis isi informasinya. Hal itu yang menyebabkan PT TASPEN (Persero) Yogyakarta menerapkan asas gabungan dengan cara tiap bidang mengelola arsip aktifnya sedangkan arsip inaktifnya dikelola oleh unit kearsipan.

            Bidang Personalia dan Umum merupakan unit kearsipan di PT TASPEN (Persero). Bidang Personalia dan Umum dibagi menjadi dua yaitu Seksi Personalia dan Umum. Penempatan unit kearsipan di Bidang Personalia dan Umum terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. Tugas pokok dan fungsinya antara lain penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan, kehumasan dan kearsipan. Hal itu dapat dilihat dengan adanya proses pemindahan pengelolaan dosir pensiun punah dari ruang dosir ke Bagian Personalia dan Umum. Bidang Personalia dan Umum menyimpan dosir pensiun punah selama 10 tahun.

 

 

C.    Pengelolaan Dosir Pensiun Aktif

            Dosir pensiun adalah berkas atau kumpulan dokumen yang disusun berdasarkan kesamaan urusan yaitu pensiun. Satu dosir pensiun  mewakili satu peserta program pensiun. Ada dua jenis dosir pensiun, yaitu dosir pensiun aktif dan dosir punah. Dosir pensiun aktif adalah berkas peserta TASPEN yang masih menerima dana pensiun. Dosir pensiun punah adalah berkas peserta TASPEN yang sudah meninggal atau sudah tidak ada lagi yang menerima dana pensiun. Dosir pensiun aktif di PT TASPEN (Persero) tercipta dari hasil transaksi kegiatan pelayanan. Kegiatan pelayanan antara lain pengajuan klim pensiun.  Pengajuan klim dapat dilakukan secara langsung pada Kantor Cabang Utama (KCU) atau Kantor Cabang (KC) TASPEN. Dosir pensiun aktif pada awalnya merupakan blangko atau formulir kosong. Formulir kosong diisi oleh pemohon dengan disertai lampiran.       

Dosir pensiun aktif yang ada di PT TASPEN (Persero) merupakan arsip vital yang memuat data peserta TASPEN. Dosir pensiun aktif berhubungan erat dengan fungsi dan tugas pokok PT TASPEN (Persero). Dosir pensiun aktif sebagai alat kontrol dan dapat digunakan sebagai bukti yang sah di pengadilan dilihat dari segi hukum. Tingkat kevitalan dosir pensiun aktif dapat diketahui dari resiko yang ditimbulkan apabila dosir pensiun tersebut hancur atau hilang. Kehilangan dosir pensiun mempuyai dampak yang cukup fatal bagi PT TASPEN (Persero). Hak peserta TASPEN hilang apabila kehilangan dosir pensiun.

Sarana yang digunakan di PT TASPEN (Persero) terkait dengan pengelolaan dosir pensiun aktif sebagai arsip vital adalah ruang simpan, map, boks arsip, rak arsip, filing cabinet, komputer dan mesin pengolah (scanner document). Arsip-arsip pensiun yang berasal dari Bidang Layanan diserahkan ke  ruang dosir.  Pengelolaan arsip tersebut dilakukan oleh petugas ruang dosir. Arsip-arsip pensiun PT TASPEN (Persero) Yogyakarta ditata dalam dosir-dosir. Dosir-dosir diletakkan dalam satu map utuh yang berisi semua informasi peserta. Map-map diletakkan di boks arsip yang ditata secara horizontal di rak-rak dari besi. Penataan boks di rak dari kiri atas ke kanan, kemudian kembali lagi ke kiri bawah. Setiap satu boks arsip terdiri dari dua puluh nomor dosir. Setiap informasi baru sebelum  dimasukkan dosir akan direkam terlebih dahulu di komputer untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan informasi atau data. Data yang dimasukkan adalah nomor pensiun, nama dan alamat. Selain itu akan mempercepat petugas untuk menemukan data melalui komputer.               Penataan dosir pensiun aktif di PT TASPEN (Persero) menggunakan  sistem nomor. Sistem nomor yang dipakai yaitu metode penomoran berurut dan tidak memperdulikan wilayah. Metode penomoran berurut adalah cara yang paling sederhana dalam pemberkasan sistem angka. Metode ini dilakukan dengan cara merangkai nomor secara berurutan, misalnya 34.381, 34.382, 34.383, dan seterusnya. Boks dosir diberi label berupa nomor secara berurutan, misalnya 01716, 01717, 01718, 01719, 01720, dan seterusnya. 

Pemeliharaan arsip vital dosir pensiun di PT TASPEN (Persero)  Yogyakarta semula dilakukan dengan memberikan kapur barus dan penyemprotan (fumigasi). Namun sekarang pemeliharaan arsip dengan cara tersebut sudah tidak dilakukan lagi karena memberikan dampak negatif terhadap kesehatan  petugas ruang dosir (pusing dan batuk). Saat ini, karena terbatasnya dana, pemeliharaan arsip hanya dilakukan dengan membersihkan debu secara periodik.    

            Pengamanan di PT TASPEN (Persero) menggunakan komputer yang dilengkapi dengan kata kunci (password) yang hanya diketahui oleh petugas ruang dosir. Selain itu ruang dosir terpisah dari ruangan dan unit kerja lain yang sangat mendukung keamanan, yaitu mengurangi lalu lintas pegawai yang keluar masuk ruangan. Pengamanan terhadap dosir pensiun aktif juga dilakukan dengan proses alih media menggunakan mesin pengolah dokumen (scanner document). Gedung utama dilengkapi dengan  alarm kebakaran (Fire Alarm System) tetapi di ruang dosir tidak dilengkapi dengan alarm kebakaran. Ruang dosir tidak memberlakukan larangan untuk mengambil dosir pensiun selain petugas. PT TASPEN tidak menggunakan metode perlindungan dalam pengelolaan dosir pensiun aktif sebagai arsip vital. Metode perlindungan yang digunakan sama seperti arsip-arsip lainnya.

           

Penemuan kembali dosir pensiun aktif di PT TASPEN (Persero) berawal dari peminjaman. Peminjaman sering dilakukan oleh bagian pelayanan. Bagian pelayanan meminjam dosir pensiun aktif guna melengkapi dan mencocokan informasi yang terdapat dalam dosir pensiun aktif. Peminjaman biasanya dilakukan dengan cara menelpon ke ruang dosir. Peminjam menyebutkan nomor dosir yang diinginkan. Petugas ruang dosir mencatat di buku peminjaman, meliputi nama peminjam, nomor dosir, dan tanggal peminjaman. Penemuan kembali dilakukan secara manual, yaitu dengan mencari secara langsung tanpa menggunakan alat bantu. Petugas mencari nomor dosir sesuai dengan nomor yang diinginkan. Map dosir diberi tanggal peminjaman di bagian belakang untuk mempermudah proses pengembalian dosir. Dosir diantar oleh kurir ke peminjam. Peminjam memberikan paraf di buku peminjaman sebagai bukti peminjaman. Dosir yang dipinjam biasanya akan dikembalikan setelah 2 hari. Petugas ruang dosir mencocokan tanggal yang tertera di map dan di buku peminjaman, kemudian setelah cocok diberi tanda bahwa dosir telah kembali.

           

            Aplikasi komputer yang berupa peminjaman dan pengembalian dosir tidak digunakan lagi. Menurut petugas ruang dosir cara ini tidak efektif karena keterbatasan komputer. Komputer yang ada di ruang dosir hanya satu dan selalu digunakan untuk proses alih media. Petugas ruang dosir yang terbatas menyebabkan peminjaman dan pengembalian dosir tidak dapat menggunakan aplikasi komputer.

 

            Dosir-dosir pensiun di PT TASPEN (Persero) Yogyakarta disusutkan secara berkala oleh Bidang Personalia dan Umum serta pengelola dosir pensiun. Petugas ruang dosir akan melakukan pengecekan dosir punah. Pengecekan dilakukan dengan cara memeriksa nama-nama dalam dosir lalu dicocokan dalam daftar peserta yang sudah meninggal dan sudah habis haknya maupun ahli warisnya untuk menerima uang pensiun.

 

       Dosir-dosir yang sudah layak punah akan dikumpulkan dan diletakkan di basement selama sepuluh  tahun. Hal ini untuk mengantisipasi akan kebutuhan informasi tentang peserta yang sudah meninggal namun masih ada ahli waris yang mengaku masih berhak menerima tunjangan pensiun. Dosir tersebut kemudian dicek ulang untuk mengetahui dosir pensiun punah yang harus disusutkan. Dosir yang sudah pasti punah akan dikirim menggunakan alat transportasi (truk) ke pabrik kertas di Blabag, Magelang, Jawa Tengah untuk dilebur kemudian didaur ulang. Petugas yang berwenang dari PT TASPEN (Persero) ikut menyaksikan proses peleburan sekaligus menandatangani berita acara pemusnahan. Hal ini bertujuan untuk memastikan dosir pensiun tidak dapat dikenali fisik dan isi informasinya.

 

            Jadwal retensi arsip (JRA) adalah daftar yang berisi keterangan jenis arsip dan  jangka waktu penyimpanannya sesuai dengan nilai guna. Penentuan jangka waktu penyimpanan arsip (retensi arsip) ditentukan atas dasar nilai tiap-tiap arsip. PT TASPEN (Persero) Yogyakarta menggunakan JRA sebagai pedoman dalam penyelenggaraan penyusutan dosir pensiun. JRA akan mempermudah dalam menetapkan jangka simpan dosir. Segala informasi yang terkandung dalam dosir dituangkan dalam JRA. Hal ini mempermudah  petugas  dalam melakukan penyeleksian terhadap dosir pensiun yang sudah sampai masanya untuk dimusnahkan.

 

            Tujuan  PT TASPEN (Persero) Yogyakarta melakukan penyusutan adalah:

1.    Pendayagunaan dosir pensiun aktif dan punah

2.    Memudahkan pengawasan dan pemeliharaan terhadap dosir pensiun yang masih diperlukan dan bernilai tinggi

3.    Mendapatkan penghematan dan efisiensi

4.    Penyelamatan bahan bukti kegiatan organisasi.

            Kendala dalam pengelolaan dosir pensiun aktif sebagai arsip vital di PT TASPEN (Persero) Yogyakarta yaitu:

1.    Jumlah dosir yang tercipta tidak sebanding dengan daya tampung ruang dosir sehingga kekurangan tempat untuk menyimpan dosir.

2.    Sistem numerik dengan metode penomoran berurut tidak efektif karena dosir pensiun mencapai 81.703. Hal itu akan memerlukan waktu dan tempat yang banyak dalam menyimpan dosir dengan jumlah digit lebih dari empat.

3.    Penulisan nomor dosir yang salah menghambat proses penemuan kembali.

4.    Jarak ruang dosir dengan Bidang Layanan terlalu jauh. Hal itu mengakibatkan petugas ruang dosir repot untuk mengantarkan dosir jika sedang banyak pekerjaan.

5.    Ruang dosir hanya memiliki dua petugas. Petugas akan mengalami kerepotan bila ada peminjaman sehingga diperlukan kurir khusus. Kurir bertugas untuk mengantar dosir.

6.    Boks dosir yang tersedia terbatas. Terbatasnya boks dosir akan menghambat petugas dalam memasukan dosir.

7.    Dana yang digunakan untuk merenovasi ruang dosir terbatas.

 

 

D.   Kesimpulan

 

Berdasarkan pembahasan yang diuraikan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.    Dosir pensiun aktif merupakan arsip vital di PT TASPEN (Persero) Yogyakarta. Hal itu dapat diketahui  bahwa dosir pensiun aktif harus ada dalam kegiatan pelayanan serta memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang banyak apabila dosir pensiun aktif hilang. Kegiatan pelayanan berhenti total sehingga tugas utama PT TASPEN (Persero) tidak dapat terlaksana. Dosir pensiun aktif dapat dijadikan bukti legal.

2.    Pengelolaan dosir pensiun aktif sebagai arsip vital di PT TASPEN (Persero) Yogyakarta telah dilakukan secara baik  dengan menerapkan sistem numerik.  Hal ini terlihat pada saat penemuan kembali dosir pensiun. Sistem numerik dapat digunakan sebagai pengamanan dosir pensiun dari unsur pencurian. Hal itu dikarenakan data peserta TASPEN tidak dapat secara langsung dilihat.

3.    Kendala yang dialami pada saat pengelolaan dosir pensiun aktif adalah  keterbatasan sumber daya manusia, ruang simpan, dana dan penggunaan sistem numerik  yang tidak  efektif. Jumlah sumber daya manusia tidak seimbang dengan tugas yang dilakukan dalam pengelolaan dosir pensiun aktif. Ruang simpannya tidak cukup memadai untuk menampung seluruh dosir pensiun aktif yang ada. Dana yang tersedia terbatas untuk merenovasi ruang simpan agar mampu menampung dosir pensiun aktif. Sistem numerik dengan metode penomoran berurut tidak efektif karena dosir pensiun mencapai 81.703.

4.    Keberadaan dosir pensiun tekstual masih dominan karena semua data awal peserta terekam dalam bentuk arsip tekstual, walaupun sudah ada data elektronik di komputer yang pengaksesannya lebih cepat dalam rangka peningkatan pelayanan kepada peserta.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Boedi Martono, Penyusutan Arsip Vital Dalam Manajemen Kearsipan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994.

 

Ricks, Betty.R., et al., Information and Image Management: A Record System Approach. Cincinatti: South Western Publishing Co, 1992.

 

Sulistyo Basuki,  Manajemen Arsip Dinamis.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003.

 

“TASPEN”;http://www.taspen.com/index.php?option=com_content&task=blogsection&id=4&Itemid=66 (dl: 15 Februari 2009).

 

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan.

 

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan.

 

Zulkifli Amsyah, Manajemen Kearsipan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,1991.

 

 

 

 

 

 

 

 

  BULETIN LAINNYA
02/04/2014- Khazanah Edisi Maret 2014
10/12/2013- Khazanah Edisi November 2013
14/08/2013- Khazanah Edisi Juli 2013
01/07/2013- Khazanah Edisi Maret 2013
17/01/2013- Buletin Khazanah Edisi November 2012 : Prof. Notonegoro dan Pancasila
06/07/2012- Buletin Khazanah Edisi Juli 2012 : Sejarah Lahirnya RSUP Dr. Sardjito
21/05/2012- Buletin Khazanah Maret 2012 : Peran dan Profesionalisme Arsiparis
05/12/2011- Buletin Khazanah November 2011
22/08/2011- Buletin Khazanah Juli 2011
08/04/2011- PERAN UGM DALAM MELESTARIKAN PESUT MAHAKAM
23/04/2010- MEMBANGUN PRIBADI ARSIPARIS
23/04/2010- PENATAAN DAN PENYIMPANAN ARSIP FOTO DI DINAS PARIWISATA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BIDANG PENGEMBANGAN DESTINASI SEKSI OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA (ODTW)
23/04/2010- ARSIP STATIS: PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN
07/01/2010- Hubungan Ilmu Informasi dengan Penilaian Arsip
07/01/2010- ARSIP WATERSCHAP OPAK-PROGO GUBERNEMEN JOGJAKARTA Sebuah Etalase Untuk Studi Sejarah dan Kearsipan (bagian 2)
07/01/2010- ARSIP WATERSCHAP OPAK-PROGO GUBERNEMEN JOGJAKARTA Sebuah Etalase Untuk Studi Sejarah dan Kearsipan
07/01/2010- URGENSI PENYELAMATAN DAN PENGELOLAAN ARSIP PERGURUAN TINGGI Sebuah Diskripsi Pengalaman di Universitas Gadjah Mada
07/01/2010- PERENCANAAN STRATEGIS KEARSIPAN
06/08/2009- ALIH MEDIA ARSIP KONVENSIONAL KE MEDIA ELEKTRONIK: UPAYA PENYELAMATAN DAN PELESTARIAN ARSIP DI BADAN PENGENDALIAN PERTANAHAN DAERAH (BPPD) SLEMAN
06/08/2009- PENGELOLAAN ARSIP SOUND RECORDINGS DENGAN SOFTWARE MDK DRS VERSI 2.5 DI DINAS TEKNIK ELEKTRONIKA DAN LISTRIK BANDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA
12/06/2009- SALAH SATU SISI BURAM IT : ANCAMAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEUTUHAN MEMORI KOLEKTIF BANGSA (Bagian 2)
11/06/2009- ARSIP SEBAGAI SUMBER INFORMASI DI ERA GLOBALISASI DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI
11/06/2009- MEMBANGUN “BUDAYA SADAR ARSIP” DEMI MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
11/06/2009- SADAR ARSIP DAN KESADARAN SEJARAH
11/06/2009- SALAH SATU SISI BURAM IT : ANCAMAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEUTUHAN MEMORI KOLEKTIF BANGSA (Bagian 1)
11/06/2009- KEARSIPAN : Sektor Publik Yang Terabaikan
05/11/2008- HAK CIPTA DAN KEBUTUHAN INFORMASI; PERLAKUAN TERHADAP ARSIP STATIS DI ANRI
05/11/2008- EKSPLORASI ARSIP UNTUK PENELITIAN DAN TRANSFER PENGETAHUAN BAGI MASYARAKAT
05/11/2008- SISTEM KEARSIPAN DI INDONESIA
05/11/2008- ARSIP DAN ARSIPARIS INDONESIA (Sebuah Catatan Kecil)
 Pencarian Arsip (SiKS)
SIKS
 UGM in Memories

15 April 1995

Penganugerahan Doktor HC kepada Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita

19 April 1965

Peringatan Pantja Warsa Balai Pembinaan Administrasi UGM

26 April 1971

Persetujuan Penggunaan Tanah UGM di Demangan untuk Yayasan Hatta

 Buku Tamu
05-04-2014 13:31
mulyanto: assalamualaikum....maaf mohon diberikan contoh tentang membuat kebijakan akuisisi sebuaj arsip....trimakasih...
03-04-2014 15:04
sarbani: Inems itu program persuratan yang ditujukan langsung ke pejabat yang bersakutan. Instansi kami surat tersebut diminta untuk dibuatkan kedali dan kartu disposisi padahal kami yang bertugas persuratan hanya diberi cetak print yang tidak berwarna (cap stempl basah). ini sama saja kami diberi kopi surat. Bagaimana solusi tentang Inems tersebut. Terima kasih
02-04-2014 09:26
abdul mufid: mohon informasi tentang pelatihan kearsipan. apakah perorangan bisa belajar atau pelatihan tentang pengelolaan arsip, hal-hal yang berkaitan dengan arsip di arsip UGM?bagaimana prosedurnya dan apakah ada biaya yang harus di tanggung peserta? terima kasih
more...
Nama
Email
Pesan 
 
              
              
   353,111 visitors
2014 © Arsip Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Gedung L3 Lantai 3 Komplek Perpustakaan UGM, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 6492151, 6492152, Fax. (0274) 582907, Email. arsip[at]ugm.ac.id