Gadjah Mada Fair: Sebuah Refleksi Kearifan Lokal

Written by Arsip UGM on . Posted in Rilis

IMG_3475.resized

Arsip UGM menyelenggarakan pameran kearsipan di Grha Sabha Pramana UGM selama 5 hari dari tanggal 17 – 21 November 2014 dengan tema “Gadjah Mada Fair: Sebuah Refleksi Kearifan Lokal” dalam rangka UGM Expo 2014. UGM Expo 2014 diikuti unit-unit kerja di lingkungan UGM serta beberapa mitra UGM, dibagi dalam beberapa kluster diantaranya kluster kearifan lokal. Arsip UGM memilih kelompok kearifan lokal karena Arsip UGM merupakan lembaga kearsipan UGM yang berfungsi mengelola arsip-arsip bernilai guna sejarah sebagai memori kolektif UGM yang dapat didayagunakan untuk memperkuat jati diri UGM serta sebagai sarana refleksi masa lalu serta sumber inspirasi.

Gadjah Mada Fair (GMF) diselenggarakan mahasiswa UGM tiap tahun dalam rangka Dies Natalis UGM mulai tahun 1986 sebagai salah satu bentuk aktualisasi UGM sebagai universitas kerakyatan dan pusat kebudayaan. Kegiatan ini terinspirasi dari Pasar Rakyat yang pernah diselenggarakan tahun 70-an, sebagai arena seni dan produksi dalam negeri, untuk meningkatkan apresiasi kesenian tradisional serta membangkitkan semangat berkreasi dan mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan negara. GMF menjadi sarana mengangkat kearifan lokal dengan menampilkan berbagai budaya Indonesia dan upaya mengangkat perekonomian rakyat kecil dengan menampilkan berbagai usaha kecil menengah.

IMG_3444.resized

Gegap gempita dan dinamika GMF terekam dalam berbagai arsip baik berupa foto maupun tekstual yang tersimpan di Arsip UGM. Diantara memori peristiwa tersebut disajikan dalam pameran arsip pada UGM Expo 2014, yaitu Buku Panduan Gadjah Mada Fair Tahun 1986, 1987, dan 1996 serta foto-foto GMF yang menggambarkan penyajian kebudayaan Indonesia dalam GMF mulai dari seni tradisional sampai dengan seni modern serta upaya UGM dalam mengangkat perekonomian rakyat kecil. Penyajian rekaman peristiwa masa lalu dalam pameran ini semoga menginspirasi kita semua untuk terus mengabdi pada bangsa, dan khususnya bagi sivitas akademika UGM untuk mewujudkan komitmen sebagai Universitas Kerakyatan dan Universitas Pusat Kebudayaan. (Musliichah)

Trackback from your site.

Leave a comment