Arsip:

Telisik

Sekilas tentang Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa (HC)/ Gelar Kehormatan di Universitas Gadjah Mada

Oleh Ully Isnaeni Effendi

Gelar Doktor Honoris Causa (H.C)/Doktor Kehormatan adalah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti dan lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tersebut. Gelar Doktor Honoris Causa dapat diberikan apabila seseorang tersebut telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. Tidak semua perguruan tinggi/universitas dapat memberikan gelar Doktor Honoris Causa (H.C)/Doktor Kehormatan, hanya perguruan tinggi/universitas yang memenuhi syaratlah yang diberikan hak secara eksplisit untuk memberi gelar Doktor Honoris Causa
(H.C)/Doktor Kehormatan. Terdapat beberapa peraturan yang menjelaskan mengenai pemberian Gelar Doktor Honoris Causa (HC)/Gelar Kehormatan, baik peraturan secara nasional maupun intern Universitas
Gadjah Mada (UGM). read more

Sejarah Fakultas Sastra dan Kebudajaan UGM 1946-1982

Oleh Musliichah

Perkembangan fakultas di lingkungan UGM sangat dinamis. Hal ini ditunjukkan dengan pendirian, pembubaran, penggabungan, pemekaran/pemecahan, maupun pergantian nama fakultas. Salah satu bukti dinamika tersebut adalah keberadaan Fakultas Sastra dan Kebudajaan UGM yang saat ini menjadi Fakultas Ilmu Budaya UGM. N ama Fakultas Sastra dan Kebudajaan UGM berlaku sejak tahun 1955 (sebelum tahun 1955 bernama Fakultas Sastra, Pedagogik dan Filsafat UGM) dan berakhir tahun 1982 (kemudian bernama Fakultas Sastra UGM). Fakultas Sastra UGM kemudian berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya UGM. Tulisan ini menyajikan informasi tentang perkembangan Fakultas Sastra dan Kebudajaan UGM dimulai dari embrio pendiriannya tahun 1946 hingga tahun 1982, ketika berganti nama menjadi Fakultas Sastra UGM. Informasi-informasi ini ditulis berdasarkan sumber arsip yang tersimpan di Arsip UGM sehingga penyebutan nama-nama lembaga atau unit-unit kerja masih menggunakan ejaan lama sesuai dengan kutipan pada sumber arsip. read more

Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gadjah Mada: Menelisik Perkembangan Kelembagaan Berdasar Arsip

Oleh Zaenudin

Sejarah KP4

Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gadjah Mada atau biasa disingkat KP4 UGM terletak di Desa K alitirto , Berbah , Sleman , Yogyakarta. Kebun tersebut berjarak sekitar 15 km dari Kampus UGM arah timur. Apabila ditempuh dengan kendaraan bermotor memerlukan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit. Kebun yang berwujud sawah, lereng, wedi kengser dan beberapa gedung tersebut mempunyai luas total 35 hektar dan terdiri atas 3 blok. Blok I terdiri atas: IA, IB, IC, ID, dan IE. Blok II terdiri atas: IIA, IIB, IIC, IID, dan IIE. Sedangkan Blok III terdiri atas IIIA dan IIIB (Laporan KP4 Tahun 1990, hal. 6). read more

Sekilas Asrama Universitas Gadjah Mada

oleh Ully Isnaeni Effendi

Setiap tahun pengajaran, Universitas Gadjah Mada (UGM) selalu mengalami kenaikan jumlah mahasiswa. Sejak tahun-tahun awal UGM berdiri jumlah mahasiswa semakin lama semakin bertambah diikuti dengan kebutuhan akan pembangunan. Tahun pengajaran 1950-1951, universitit mempersiapkan pembelian tanah di
Jalan Pakem, kira-kira 1 Km2 yang kemudian akan didirikan gedung-gedung universitit yang akan dipandang sebagai pembangunan yang besar di Indonesia. Pendanaan pembangunan disetujui oleh Kementrian Keuangan dan bantuan Pemerintah Daerah. Dalam rancangan pembangunan gedung-gedung tersebut juga direncanakan pembangunan rumah-rumah untuk asrama dengan gedung rekreasinya dan tempat-tempat untuk olahraga. Persoalan asrama bagi mahasiswa dapat diatasi atas bantuan Panitia Pengawas Asrama (di bawahpimpinan KRT Notojoedo, kemudian diganti oleh Prof. Ir. Soewandi), Persatuan Wanita Keluarga UNGM dengan menitipkan mahasiswa ke keluarga-keluarga yang dapat menerimanya. Semua ditanggung
oleh Universitit kecuali makan ditanggung mahasiswa. read more

Peran Serta UGM pada Awal Perkembangan Atom di Indonesia

oleh Fitria Agustina

Kata “atom” tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hampir setiap orang pernah mendengar, bahkan kian hari kian dikenal orang. Tercatat dalam khazanah arsip yang tersimpan di Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM)mengenai sejarah tenaga atom, manfaat bagi kehidupan manusia dan kegunaan atom dalam usaha pembangunan di berbagai bidang di Indonesia. Dengan merunut kembali tentang perkembangan dunia atom, khususnya peranan UGM, akan memberikan gambaran tentang atom pada awal perkembangannya di Indonesia. read more

Melihat Universitas Gadjah Mada sebagai Universitas Pancasila melalui Khazanah Arsip

oleh Kurniatun

Jati diri Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah sebagai Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan dan Universitas Pusat Kebudayaan. Salah satu jati diri UGM sebagai Universitas Pancasila, yaitu: “Universitas yang menetapkan pendirian dan pandangan hidupnya berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu, dalam kiprah penelitian (mengungkap kenyataan dan
kebenaran, objektivitas dan universitalitas ilmu pengetahuan), pendidikan/pengajaran dan pengabdian pada masyarakat, selaras dan senafas dengan nilai-nilai Pancasila (Keputusan Majelis Wali Amanat Univeristas Gadjah Mada Nomor 19/SK/MWA/2006).” read more

Wahana Pengabdian Mangunan Girirejo: Sejarah dan Perkembangannya

oleh Zaenudin

Salah satu tugas pokok negara  sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945 adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa. Wujud pelaksanaan tugas tersebut adalah negara membentuk satuan-satuan pendidikan secara berjenjang. Salah satunya adalah satuan pendidikan tinggi yang merupakan satuan pendidikan lanjutan dari satuan pendidikan menengah atau lanjutan (SMU/SMA/SLTA). Perguruan tinggi sebagai satuan pendidikan tertinggi memikul amanah pendidikan yang biasa disebut dengan  istilah tridharma perguruan tinggi. Kata tridharma berasal dari kata “tri” yang berarti tiga dan “dharma” yang berarti kewajiban. Sehingga tridharma perguruan tinggi diartikan sebagai tiga kewajiban lembaga perguruan tinggi. Ketiga tugas perguruan tinggi adalah dharma pendidikan/ pengajaran, dharma penelitian, dan dharma pengabdian pada masyarakat. read more

Proyek Air Minum Lereng Merapi Mengentaskan Warga dari Kesulitan Air Bersih

Pesona alam di lereng pegunungan tentu sangat indah, tanaman menghijau tumbuh subur di sekitarnya dilengkapi dengan suasana
yang asri, dingin, dan sejuk. Keadaan seperti ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar mengenai sumber daya alamnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk bisa mewujudkannya tidak cukup dengan cara yang sederhana tetapi dibutuhkan tenaga ahli dalam bidang pengelolaan sumber daya alam. Selain itu sentuhan teknologi yang tepat untuk mengolahnya sangat dibutuhkan dalam hal ini. read more

Pedagang Kaki Lima di Universitas Gadjah Mada (Era 1980-1990-an)

Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL merupakan bagian dari anggota masysarakat yang perlu dikelola sehingga mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkan usaha informalnya. Pengelolaan pedagang kaki lima bukanlah persoalan yang mudah dan sederhana, karena menyangkut beberapa aspek seperti ekonomi, sosial dan budaya. PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang melakukan kegiatan komersial di atas daerah milik jalan (DMJ) yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Ada
yang mengartikan pedagang kaki lima adalah mereka yang berjualan dengan menggunakan gerobak sehingga jumlah kaki pedagangnya ada lima. Masalah yang timbul dengan adanya pedagang kaki lima adalah keberadaan mereka yang berada di
trotoar yang sebenarnya dipergunakan untuk pejalan kaki, dapat mengganggu pengendara kendaraan bermotor. Selain itu ada
PKL yang menggunakan sungai dan saluran air terdekat untuk membuang sampah dan air cuci. Dimana hal tersebut dapat mengganggu kebersihan, keindahan, dan keberlangsungan air bersih. read more

Sejarah Singkat Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada

Gagasan pendirian Balai Pembinaan Adminitrasi (BPA) UGM bermula dari gagasan/ cita-cita yang berasal dari beberapa pihak, yaitu :

  1. Kementerian Dalam Negeri
  2. Universitas Gadjah Mada (Fakultas Sosial dan Politik UGM)
  3. Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta
  4. International Cooperation Administration (ICA)