Khazanah Jurnal Pengembangan Kearsipan Raih Penghargaan Nasional

Prestasi kembali dicatatkan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan. Jurnal yang dikelola Perpustakaan dan Arsip UGM tersebut meraih penghargaan dalam Lomba Portal Website Jurnal Nasional 2026 bidang Perpustakaan, Dokumentasi, Informasi, dan Kearsipan (Perpusdokinfo).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Konferensi Publikasi Ilmiah Indonesia (KPII) 2026 dan Rakernas Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengelola Jurnal Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Indonesia (DPP APJBPKI) di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Selasa (15/9). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Publikasi Ilmiah yang Berintegritas, Kolaboratif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Global.”

Khazanah menjadi salah satu dari lima jurnal yang masuk dalam nominasi Lomba Portal Website Jurnal Nasional 2026. Kompetisi tersebut diikuti 53 jurnal bidang Perpustakaan, Dokumentasi, Informasi, dan Kearsipan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia.

Penilaian dilakukan secara objektif dan independen oleh dewan juri pakar dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kredibilitas kelembagaan, kualitas dan kerapian konten, desain serta pengalaman pengguna, proses penyuntingan dan peer review, inovasi pengelolaan jurnal, aksesibilitas, keberlanjutan, hingga kebermanfaatan dan dampak portal jurnal.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya menjaga kualitas pengelolaan publikasi ilmiah sekaligus memperluas akses terhadap pengetahuan bidang kearsipan. Khazanah sendiri menjadi salah satu media publikasi yang dikelola Perpustakaan dan Arsip UGM untuk mendukung pengembangan pengetahuan dan praktik kearsipan.

Penghargaan tersebut juga memperkuat komitmen Perpustakaan dan Arsip UGM dalam membangun ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan. Publikasi ilmiah yang dikelola secara profesional tidak berhenti pada penerbitan artikel, tetapi turut memastikan hasil penelitian dapat ditemukan, diakses, dan dimanfaatkan oleh masyarakat akademik maupun praktisi.

Pencapaian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4: Pendidikan Bermutu, melalui penguatan akses terhadap sumber pengetahuan dan publikasi ilmiah. Upaya tersebut juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya melalui pemanfaatan infrastruktur digital untuk memperluas diseminasi pengetahuan.

Penghargaan di tingkat nasional ini menjadi pengingat bahwa kualitas publikasi ilmiah dibangun melalui proses yang konsisten. Capaian Khazanah bukan menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk terus memperkuat publikasi kearsipan yang kredibel, inklusif, dan memberi manfaat lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Kontributor: Wasilatul Baroroh