Forum Kearsipan Universitas Gadjah Mada (FORSIPAGAMA) menyelenggarakan kunjungan ke Diorama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta dan serah terima kepengurusan dari periode 2021-2025 ke periode 2026-2031 pada Selasa (13/10). Seluruh peserta awalnya berkumpul di halaman Perpustakaan dan Arsip UGM, kemudian melangsungkan perjalanan menuju Diorama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kunjungan ke Diorama Arsip DIY merupakan program terakhir dari kepengurusan FORSIPAGAMA sebelumnya. Usai penjelajahan di Diorama, seluruh rombongan bertolak menuju RM Kebon Sumilir untuk beristirahat dan melangsungkan acara inti.
Ketua FORSIPAGAMA periode 2021-2025, Heri Santosa, membuka sesi dengan penyampaian laporan kepengurusannya. Beliau mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelesaian masa bakti lima tahun ke belakang. “Kunjungan ke Diorama Arsip DIY ini menutup rangkaian program kepengurusan kami secara resmi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh pihak selama ini. Semoga pengurus selanjutnya mampu membawa forum kita mencapai prestasi lebih tinggi,” ungkap Heri Santosa.
Acara berlanjut dengan prosesi serah terima kepengurusan dari Heri Santosa kepada Dr. Herman Setyawan M.Sc.. Setelah prosesi tersebut, Dr. Herman Setyawan M.Sc. secara resmi menjabat sebagai Ketua FORSIPAGAMA periode 2026-2031. Pada sesi sambutan perdananya, Herman menyoroti rencana besar terkait transformasi program kerja forum.
“Saya menginginkan program baru dengan penekanan pada pelatihan. Pelatihan tidak boleh sekadar ada demi mengisi presensi, melainkan harus mendalami skill berguna serta up to date. Kita wajib menghadirkan pemateri layak dan profesional. Nantinya, setiap peserta akan mendapatkan sertifikat bernilai tinggi guna mendukung kebutuhan dunia kerja,” tegas Herman.
Kepala Bidang Arsip UGM, Erna Widayati, S.E., M.M., turut hadir untuk memberikan pengarahan kepada para peserta. Beliau juga menyerahkan surat tugas secara langsung kepada jajaran pengurus FORSIPAGAMA periode 2026-2031. “Pengurus harus segera merumuskan rencana strategis. Kekompakan kerja sama tim memegang peran krusial dalam upaya memajukan tata kelola kearsipan kampus kita,” tutur Erna Widayati.
Inisiatif pengembangan kompetensi arsiparis melalui program pelatihan bernilai tambah ini sangat selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas. Upaya berkesinambungan ini memastikan ketersediaan edukasi profesional bagi tenaga kependidikan. Selain itu, kolaborasi lintas institusi antara UGM dan DPAD DIY turut merefleksikan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan demi mendukung pembangunan institusi.
Kontributor: Zulfanisa Nur Isnaini