Pameran PRARAMBHA Hidupkan Kembali Jejak Awal Mahasiswa UGM Lewat Arsip Visual

Suasana masa orientasi mahasiswa, dinamika perkuliahan, hingga potret kehidupan kampus dari berbagai era kembali “dihidupkan” melalui Pameran PRARAMBHA: Awal Laku Mahasiswa UGM dalam Arsip Visual yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026  oleh Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada. Pameran ini menjadi ruang refleksi yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan awal mahasiswa UGM dari masa ke masa melalui koleksi arsip foto dan buku yang sarat nilai sejarah.

Kegiatan pembukaan pameran berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari sivitas akademika dan pengunjung yang memadati area pameran. Arsip-arsip visual yang dipajang tidak hanya menarik perhatian karena nilai historisnya, tetapi juga karena dilengkapi tanggal peristiwa dan deskripsi foto yang membantu pengunjung memahami konteks setiap dokumentasi yang ditampilkan.

Acara pembukaan dipandu oleh Dinda Ariana Prasetyaningtyas dan Aji Bagus Rio Pamungkas selaku pembawa acara. Dalam sambutannya, Kepala Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan bahwa arsip bukan sekadar dokumen masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas dan memori kolektif universitas.

“Pameran ini menjadi cara kami menghadirkan kembali jejak perjalanan mahasiswa UGM yang mungkin tidak lagi dapat disaksikan secara langsung oleh generasi sekarang. Arsip memiliki kekuatan untuk menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi masa depan,” ujarnya.

Pembukaan pameran turut dihadiri oleh Erna Widayati, S.E., M.M. serta Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M. beserta jajaran manajemen dan tamu undangan lainnya. Sebagai simbol resmi dibukanya pameran, dilakukan penandatanganan kanvas oleh Arif Surachman, SIP., MBA., Erna Widayati, S.E., M.M. serta Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M

Tidak hanya menghadirkan arsip visual, PRARAMBHA juga menyuguhkan koleksi buku yang merekam berbagai aktivitas mahasiswa UGM dalam lintas periode. Pengunjung diajak melihat bagaimana kehidupan akademik, budaya kampus, dan tradisi mahasiswa berkembang dari waktu ke waktu.

Interaksi pengunjung semakin hidup melalui sesi permainan “Tebak Arsip” yang mengajak peserta mengenali dokumentasi UGM secara lebih dekat. Antusiasme pengunjung juga terlihat dari ramainya pesan dan kesan yang dituliskan pada kanvas harapan yang disediakan Perpustakaan dan Arsip UGM.

Kegiatan ini turut mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penyediaan akses pengetahuan dan literasi sejarah kampus, serta SDG 11 tentang pelestarian warisan budaya dan dokumentasi sejarah sebagai bagian dari identitas komunitas.

Melalui PRARAMBHA, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membuka ruang dialog antargenerasi tentang bagaimana perjalanan mahasiswa membentuk sejarah panjang UGM. Di tengah derasnya arus digitalisasi, arsip visual menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil di lingkungan kampus hari ini dapat menjadi jejak sejarah yang bermakna di masa mendatang.

 

Kontributor: Fadia Iftinan Naifarra