Penguatan tata kelola arsip perguruan tinggi kembali menjadi sorotan melalui kegiatan studi tiru Poltekkes Kemenkes Jakarta III ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (11/12). Kunjungan ini menjadi langkah strategis menuju pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi (LKPT) di lingkungan Poltekkes, seiring meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan transparansi dalam administrasi publik.
Rombongan yang berjumlah 14 orang diterima di Ruang Sidang Arsip. Selama kegiatan, rombongan disambut oleh Arif Surachman, SIP., MBA., Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, serta Fitria Agustina, S.IP., M.Sc., Arsiparis UGM, yang memandu jalannya diskusi dan pemaparan materi.
Dalam sambutannya, Arif Surachman menegaskan bahwa kearsipan merupakan pondasi penting bagi integritas institusi pendidikan. “Arsip adalah memori institusi yang harus dikelola secara tertib dan bertanggung jawab. Sistem kearsipan yang solid menjadi cermin komitmen universitas terhadap transparansi dan tata kelola yang baik,” paparnya.
Kunjungan dipimpin oleh Dr. Siti Badriah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom, Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, yang menilai UGM sebagai rujukan ideal dalam mempersiapkan pembentukan LKPT. “Pembelajaran dari UGM sangat berarti bagi kami dalam membangun LKPT yang profesional di Poltekkes,” terangnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta menggali berbagai aspek pengelolaan arsip, mulai dari alur pengelolaan arsip statis dan dinamis, kebijakan layanan informasi publik, pemanfaatan teknologi digital, hingga struktur kelembagaan arsip di UGM.
Setelah berdiskusi, peserta kunjungan diajak untuk melihat langsung area preservasi arsip, diorama arsip, dan depo arsip, sebagai bagian dari pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan arsip di UGM. Pada sesi kunjungan lapangan ini, peserta dapat melihat proses perawatan arsip serta tata kelola ruang penyimpanan arsip statis yang menerapkan standar keamanan dan pengendalian lingkungan.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), terutama dalam aspek transparansi dan akuntabilitas lembaga. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara dua institusi pendidikan tinggi.
Dengan kemitraan yang semakin kuat, Perpustakaan dan Arsip UGM menegaskan komitmennya sebagai pusat rujukan nasional dalam pengelolaan arsip perguruan tinggi, sebuah kontribusi berkelanjutan untuk mendukung profesionalisme dan tata kelola yang lebih transparan di dunia pendidikan.
Kontributor: Wasilatul Baroroh